IBU SEBAGAI PERPUSTAKAAN PERTAMA BAGI ANAK

Share to 
Administrator | Fri, 22 Desember 2023
Ibu Revi membacakan buku cerita kesukaan anaknya di Perpustakaan Umum Indramayu.

 

Ibu memiliki peran yang sangat penting sebagai perpustakaan pertama bagi seorang anak. Sejak usia dini, ibu bertanggung jawab untuk memperkenalkan anaknya pada buku untuk meningkatkan literasi. Melalui kegiatan seperti membacakan buku, bercerita, dan mengajak anaknya berinteraksi dengan buku, ibu membentuk kebiasaan literasi dini yang bermanfaat bagi perkembangan kognitif dan karakter anak. 

Saat ini terlihat antusiasme yang tinggi dari ibu-ibu di Indramayu untuk memanfaatkan perpustakaan umum indramayu sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak mereka. Banyak ibu yang menghantarkan anaknya ke perpustakaan umum Indramayu tidak hanya untuk meminjam buku bacaan, tetapi juga untuk mengikuti berbagai kelas pelibatan masyarakat seperti kelas calistung (baca-tulis-hitung) dan kelas tari topeng yang diadakan perpustakaan.

Kepedulian ibu-ibu Indramayu ini terhadap pendidikan anak tercermin dari kunjungan mereka yang rutin ke perpustakaan bersama anak. Melalui pemanfaatan fasilitas ruang baca anak dan koleksi perpustakaan serta mengikutsertakan anak dalam beragam kelas edukatif di perpustakaan, para ibu berupaya menstimulasi perkembangan skill dan pengetahuan dasar anak sejak dini. Hal ini sejalan dengan peran penting ibu sebagai perpustakaan pertama dalam membentuk kebiasaan literasi dan meletakkan fondasi bagi tumbuh kembang anak selanjutnya.

Antusiasme ibu-ibu Indramayu dalam memanfaatkan perpustakaan umum sebagai sarana pendidikan anak ini menunjukkan pemahaman mereka akan pentingnya pendidikan sejak dini. Perpustakaan pun dinilai telah berhasil menjalankan fungsinya dengan baik sebagai pusat sumber belajar bagi masyarakat, tidak hanya dalam menyediakan koleksi literatur yang dibutuhkan, tetapi juga fasilitas serta program-program pendukung lainnya.

Adanya beragam kelas edukatif seperti calistung dan tari topeng yang rutin diselenggarakan perpustakaan umum Indramayu juga patut diapresiasi. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan anak sebagai peserta aktif, namun juga memberdayakan ibu sebagai pendamping anak dalam belajar dan mengasah skill. Dengan demikian, terjadi transfer pengetahuan dan nilai-nilai pendidikan yang berharga dari institusi perpustakaan kepada keluarga.

Sebagai penutup, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ibu di Indramayu yang telah menunjukkan kepeduliannya pada pendidikan anak dengan menjadi perpustakaan pertama, dan teladan dalam mengenalkan literasi sejak dini. Semoga apa yang telah ibu-ibu lakukan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi tumbuh kembang anak, keluarga, dan masyarakat Indramayu pada umumnya.

Mari terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan generasi penerus bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berbudi pekerti sehingga dapat terwujudnya Kabupaten Indramayu yang Bermartabat. Sekali lagi, penulis ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ibu-ibu Indramayu. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap upaya mulia ibu demi masa depan putra-putri tercinta. /Fathul Ilmi N, S.IP (Perencana Ahli Pertama - Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab. Indramayu).