Membaca adalah Kebebasan

Share to 
Administrator | Rabu, 30 Desember 2020

  

 Membaca adalah Kebebasan  Oleh : Sarifah Mudaim Kelas Penulisan Kreatif Perpusda Indramayu

 

Malam ini setelah semua kegiatan pada hari itu aku rampungkan, kini tiba saatnya aku memasuki kamar tidur dan beristirahat. Sebuah kamar yang lebih layak disebut gudang sebab sesak dipenuhi oleh tumpukan buku-buku berjejer juga lembaran kertas yang berserakan di mana-mana memenuhi setiap sudut ruangan.

Aku membaringkan tubuhku di atas ranjang, tiba waktunya untuk membaca buku. Ya, membaca buku bagiku merupakan salah satu cara untuk beristirahat dari semua kepenatan kehidupan dunia, juga kebiasaan yang aku lakukan menjelang tidur. Di atas ranjang ada beberapa buku, pulpen, kertas dan laptop yang aku letakkan di sampingku sejajar dengan bantal. Aku baca buku ilmiah tetapi otakku tidak bisa memahami isi bacaan tersebut barangkali sudah terlalu lelah jadi aku putuskan untuk mengganti bacaan dengan membaca sebuah novel fiksi. Ternyata sama saja, lagi-lagi otakku tidak bisa menerima alur cerita dalam novel tersebut, aku membaca tetapi tidak nyambung-nyambung. Aku tutup novel mencoba menenangkan dan berdamai dengan hati dan isi kepala. Mataku menerawang ke langit-langit kamar lantas terngiang celotehan salah satu temanku "kamu mah enak masih single, ada banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk membaca, kalau sudah berkeluarga boro-boro membaca, urusan rumah tangga dan anak saja sudah sangat merepotkan.'' Ucapnya.

"Alhamdulillah juga sih yaa, aku mah masih  single jadi banyak waktu buat membaca." Respon temanku yang lain dalam suatu forum.

Sebenarnya aku kurang setuju dengan pernyataan teman-temanku. Membaca bagiku bukan perkara single atau sudah menikah, melainkan bisa aku sebut dengan suatu kemewahan. Tentu saja karena menurutku untuk menumbuhkan kebiasaan membaca itu butuh waktu yang tidak singkat. Menumbuhkan kebiasaan membaca sama halnya dengan membiasakan kebiasaan baik yang pada akhirnya berubah jadi sifat baik. 

 

Jika sering dilakukan setiap hari maka akan menjadi kebiasaan yang terus menerus lalu jadi watak, tabiat, karakter dan sifat. Kalau kata Fiersa Besari "bacalah buku setiap hari walau hanya satu halaman atau paragraf. Jangan sampai berhenti nanti malas untuk kembali membaca.” Dan membaca jangan diartikan sempit sekadar hanya membaca buku saja. Sebagaimana dalam sejarahnya Nabi Muhammad SAW yang mendapat wahyu perihal membaca atau“Iqra” yang dalam surat Al-‘Alaq berarti “bacalah” meskipun pada saat itu tidak ada al-quran atau buku di dekat Rasulullah SAW namun malaikat Jibril lagi-lagi mengatakan “Iqra!”  (bacalah) yang penekanannya memberikan arti sebagai perintah untuk membaca.

 

Dalam membaca juga perlu dilatih, barangkali dalam hal ini merujuk pada tipe pemahaman manusia yang berbeda-beda karena pada tahapannya membaca itu lebih dari sekadar mengikuti barisan kata. Itulah sebabnya kenapa ada penekanan _seyogianya_ membaca  untuk merangsang pikiran agar terus terbuka, upaya ikhtiar merengkuh makna memahami semesta, membiasakan budaya percaya faktanya bukan katanya, dan masih banyak lagi kelebihan yang didapat dari membaca. Diperintahkannya memang untuk membaca, makanya tugas yo kita membaca. Adapun paham atau tidaknya sudah beda wewenang.  Urusan pintar atau tidak, paham atau tidak balik lagi kuasanya Gusti Allah SWT.

Aku kebetulan termasuk orang yang tidak percaya bahwa "tidak ada waktu", melainkan "belum bisa mengatur waktu". Aku kenal beberapa orang yang membuatku terkagum-kagum. Beliau seorang istri juga ibu dari 5 anak yang memang anaknya masih kecil-kecil, selain itu Beliau adalah seorang pengasuh sebuah Pondok Pesantren Tahfidz yang setiap harinya harus menyemak ratusan santri hapalan Al-quran, juga tengah melanjutkan pendidikan pasca sarjananya. Beliau juga aktif di beberapa kegiatan lainnya seperti menjadi Admin sebuah komunitas membaca, Editor di beberapa media online dan tidak ketinggalan juga untuk selalu membaca. Beliau mengerjakan semuanya setiap hari. Dan aku yakin masih banyak lagi orang-orang hebat di luar sana yang belum aku ketahui.

Single yang banyak menghabiskan waktu untuk membaca ya banyak, begitupun sebaliknya. Single yang menghabiskan banyak waktu tidak untuk membaca juga banyak. Semuanya baik tapi lebih baik lagi kalau diselingi dengan kegiatan membaca. Membaca apapun. Toh Membaca bukan tugasnya orang yang Single tapi membaca adalah sebuah kegiatan yang dilakukan bagi orang yang mau membaca. Iya, orang yang mau membaca, dan membaca barangkali adalah hak semua orang tidak ada batas usia, status, latar belakang, waktu dan lain sebagainya.

 

Sarifah Mudaim lahir di kota Indramayu. Salah satu anggota dari Perempuan Membaca. Pecandu caffein, penikmat musik yang suka mendengarkan cerita dongeng. Pengidola Selena Gomez. Bisa disapa-sapa melalui, instagram sarifah104, facebook Sarifah Mudaim, email sarifahmudaim104@gmail.com.

Editor dan Publish By : Fathul ilmi N, S.IP/Disarpus Indramayu.