Indra Nasuka : Penerima Manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Share to 
Administrator | Sabtu, 26 Desember 2020

 

Indra Nasuka. Salah satu anak muda berusia 25 tahun. Ia adalah anak laki-laki putus sekolah dari bapak seorang tukang becak dan ibu seorang pengurus rumah tangga.

Ia dan orang tua berdomisili di Indramayu, tetapi tidak pernah menetap secara permanen pada satu rumah lantaran mereka masih mengontrak. Hal demikian mengharuskan mereka sesekali pindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lain.

Tanpa diketahui oleh banyak orang, ia adalah alumni Kelas Pemrograman Web di Perpustakaan Umum Indramayu angkatan Pertama tahun 2017.

Ia sempat putus sekolah sebab keadaan ekonomi yang kurang mendukung. Ketika itu, ia mendaftarkan diri sebagai peserta didik. Ia nihil pengalaman mengolah perangkat komputer dan jauh dari literasi. Akan tetapi, ia sesekali mencatat dasar dasar bahasa pemrograman pada lembar kosong sebuah kalender jika ia mulai melupakan teori pemrograman.

Selama tiga tahun dengan tekun dan tidak pernah membolos kelas. Berkat kegigihan selama belajar itulah, dan tentu saja, berkat perkerjaan menjadi freelance programmer, ia dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya Alhamdulillah, dari penghasilannya sekarang indra sudah membeli Televisi, laptop, membayar tunggakan kontrakan rumah selama 4 Tahun, membeli Handphone untuk menunjuang pekerjaan dan ilmunya.
 

#gerbangmaca
#perpustakaanumumindramayu
#perpustakaannasional
#inklusisosial
#Literasiuntukkesejahteraan
#CeritaImpact