Perpustakaan Umum Berbasis Komunitas

Share to 
Administrator | Senin, 15 Juni 2020

Pada hakikatnya perpustakaan dan masyarakat adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan karena perpustakaan adalah produk manusia. Begitu juga terkait dengan perkembangan perpustakaan juga tidak terlepas dari sejarah perkembangan manusia. Oleh sebab itu, eksistensi perpustakaan  yang sudah lebih dari 5000 tahun ini masih tetap bertahan walaupun banyak hambatan dan rintangan (Sulistyo-Basuki, 1993).

Dalam Agama Islam, sebagaimana kita maklumi bersama bahwa perpustakaan bahkan memiliki kedudukan yang sangat penting. Indikasinya adalah perintah Allah yang pertama pada permulaan nubuwwah Nabi Muhammad SAW adalah “IQRA” (bacalah), yang ini sangat identik dengan fungsi utama perpustakaan. Tidak hanya  itu,  masih banyak ayat-ayat lain yang senada dengan Al – ‘Alaq  yang tersebar di dalam Al-Qur’an yang menyuruh manusia untuk seperti ya’qiluun, yatadabbaruun, dan istilah ini atau identik dengan kata reset/penelitian dalam konteks dunia akademik.

Pengertian komunitas mengacu pada suatu perkumpulan dari berbagai orang untuk membentuk suatu organisasi yang memiliki kepentingan bersama, Dalam komunitas tersebut, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, resiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa ( Wenger, 2002 :4 ). Menurut  Delobelle dalam Wenger ( 2004: 4), Komunitas merupakan sarana berkumpuulnya orang – orang yang memiliki kesamaan minat, yang terbentuk berdasarkkan empat factor yaitu keinginan untuk berbagi dan berkomunikasi antar  anggota sesuai kesamaan minat. Setiap komunitas memiliki ciri khas masing – masing yang membedakan mereka dengan komunitas lain adalah Cirinya, Ciri khas tersebut terletak pada ruang lingkup komunitas, minat, maupun tempat komunitas tersebut berada.

Peserta workhsop sablon di perpustakaan umum indramayu

 

Perpustakaan Umum Berbasis Komunitas

 

Sebelum bermitra dengan Program Perpuseru Coca cola foundation Indonesia.  Perpustakaan Umum daerah Kabupaten Indramayu , dengan posisinya yang strategis di area komersial Pusat kota Indramayu memiliki beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Perpustakaan pada umumnya masih kekurangan pengunjung karena minat baca masyarakat Indramayu yang masih rendah. Hal ini juga didukung oleh kurangnya sosialisasi dan perhatian pemerintah daerah pada perpustakaan daerah indramayu ini sendiri.

Menurut saya, Yang dapat dilakukan oleh perpustakaan umum dearah indramayu adalah menyediakan tempat untuk komunitas atau masyarakat untuk melakukan kegiatannya di perpustakaan. Dengan perbaikan fungsi dan aktifitas di dalam, diharapkan masyarakat mau datang dan melakukan aktifitasnya di  perpustakaan. Lebih baik lagi, menambah minat baca masyarakat kabupaten Indramayu. Perbaikan ini dilakukan dengan menggabungkan aktifitas perpustakaan dengan Komunitas. Kegiatan kegiatan pembelajaran di perpustakaan dengan komunitas diharapkan bisa menjadi perangsang masyarakat untuk datang dan berkegiatan di perpustakaan.

 

workshop sablon di perpustakaan umum indramayu

 

Konsep perpustakaan daerah indramayu kedepanya adalah menggunakan metoda Metafora, yaitu membandingkan aktifitas publik dengan aktifitas rumah tinggal. Dimana komunitas atau masyarakat memiliki kebebasan dalam hal aktifitas dalam ruang perpustakaan seperti halnya di dalam rumah tinggalnya sendiri.

Melihat latar belakang tersebut Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Indramayu Membuat sebuah Program unggulan   yaitu Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca (GERBANG MACA). Gerbang Maca adalah serangkaian upaya  yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama-sama  dengan masyarakat  untuk  meningkatkan dan mengembangkan minat, kegemaran serta budaya baca dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Adapun bentuk akselerasi dari program gerbang maca yaitu terbagi menjadi Delapan lingkup kerja :  Pelibatan Masyarakat, Layanan perpustakaan Umum, Layanan Perpustakaan Keliling ke Sekolah Terpencil, terjauh dan tertingga, Kunjungan Pemustaka Usia Dini, Membaca 15 Menit Sebelum belajar, Pengembangan Sudut2 Baca di area publik, Layanan Internet gratis dan Perpustakaan Terintegrasi.

Dalam lingkup kerja program gerbang maca, perpustakaan daerah Indramayu menduplikasi konsep dari program transformasi perpustakaan berbasis tik  yaitu kegiatan pelibatan masyarkat dan peningkatan layanan perpustakaan umum dan Internet gratis untuk pemustaka. Penulis sadari bahwa setelah bermitra dan di mentoring oleh pihak perpuseru, kurang lebih hampir tiga tahun bersama , kami merasakan adanya perbedaan yang signifikan baik secara pribadi maupun institusi.

Antusias para peserta workshop sablon di perpustakaan umum indramayu

 

Langkah awal yang dilakukan oleh Perpustakaan daerah Indramayu  adalah mengumpulkan, mengadvokasi dan membangun komitmen bersama antara perpustakaan daerah indramayu dengan semua potensi komunitas yang ada di Indramayu, bahwa perpustakaan harus sudah mentransformasikan dirinya menjadi tempat pusat berkegiatan komunitas dan masyarakat baik yang menyangkut aspek pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sehingga Kegiatan Pelibatan Masyarakat, merupakan kegiatan yang mengakomodir kebutuhan masyarakat Indramayu, tidak hanya kebutuhan informasi sebagai aspek kognitif, melainkan telah bereksplorasi dalam meningkatkan berbagai keterampilan (psikomotor).

Untuk mendukung dalam pelaksanaanya kegiatan Pelibatan Masyarakat  ada Beberapa komunitas yang telah bersinergi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu antara lain :

1.Dengan Komunitas Blogger X Cimanuk, mengadakan kegiatan Internet Marketing dan sharing bisnis online bersama pelaku UMKM;  

2.Dengan Komunitas Wira Usaha Muda Indramayu, megadakan kegiatan sharing bisnis, pembuatan produk olahan khas Indramayu serta pelatihan pengemasan produk;

3.Dengan Komunitas Cita Rasa Kebaikan Pelajar (CAKEP) membantu menginformasikan dan mempublikasikan kegiatan pelibatan masyarakat kepada para pelajar;

4.Dengan Komunitas Mengajar Cilik (KOMECI), mengadakan pelatihan calistung, kelas bahasa Inggris untuk usia dini dan kelas menari (tari Topeng dan tari Randu Kentir);

5.Degan Komunitas Dulur Nulis, mengadakan kegiatan kelas menulis;

6.Dengan Komunitas Bahasa Jepang, mengadakan kegiatan pelatihan Bahasa Jepang;

7.Dengan Komunitas Persatuan Ahli Teknologi Labortorium Medik Indonesia (PATELKI) mengadakan kegiatan chek kesehatan yang meliputi : chek kadar gula darah, kolesterol dll serta konsultasi kesehatan gratis;

8.Dengan Komunitas Olahrga Tradisional Indramayu mengenalkan kepada generasi muda terkait macam macam olahraga tradisonal kepada anak anak dan pemuda;

9.Dengan Komunitas Doodle Art melaksanakan kegiatan membuat doodle art dengan sasaran kepada para pemuda di indramayu;

10.Dengan komunitas pegiat literasi Indramayu dan KAMMI dalam kegiatan diskusi;

11.Komunitas Ngopi ngodi di perpustakaan umum indramayu, merupakan sebuah komunitas dibidang IT. Komunitas ini hadir untuk saling berbagi dan berkontribusi untuk masyarakat. Dan allhamdulilah sekarang komunitas ini telah mempunyai usaha di bidang Jasa Konsultan IT di wilayah Indramayu. Adapun nama usahanya yaitu itgenic

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sinergi dan strategi perpustakaan dengan komunitas atau masyarakat pada umunya sangat diperlukan saat ini. Hal ini penting agar dapat mengopitimalisasikan fungsi  dan peran perpustakaan dengan berbagai bentuk layanan yang kreatif dan inovatif dengan tetap berorientasi pada kebutuhan masayakat.

Modal utama untuk pencapaian ini adalah komitmen, kordinasi dan kompetensi staf perpustakaan / pustakawan dengan komunitas baik dalam aspek teoritis maupun teknis sehingga dengan demikian program perpustakaan yang dikembangkan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Akhirnya, tulisan ini diharapakan agar dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dan kejayaan perpustakaan Indonesia pada umumnya, dan Indramayu pada khususnya.  Oleh :  FATHUL ILMI N, S.IP / staf Bidang Perpustakaan Disarpus Indramayu.